17 Maret 2011 - 20:30

Majma' Jahani Ahlul Bait telah mengeluarkan pernyataan yang ketiganya mengenai Bahrain bersama kritikan terhadap organisasi Islam, media-media Arab dan tokoh muslimin yang berdiam diri di samping meminta kezaliman dihentikan serta hak yang dituntut warga Bahrain dapat dipenuhi segera.

Menurut Kantor Berita ABNA, berikut nukilan terjemahan pernyataan ketiga Majma' Jahani Ahlul Bait mengenai peristiwa yang masih sedang berlangsung di Bahrain. Kali ini pernyataan Majma' Jahani Ahlul Bait ditujukan kepada organisasi-organisasi Islam yang terkesan berdiam diri menyikapi kezaliman yang sedang terjadi di Bahrain:

بسم الله الرحمن الرحيم

«فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ تَوَلَّيْتُمْ أَنْ تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ - محمد 22»

"Jika kamu memegang kekuasaan, kamu akan melakukan kerusakan di muka bumi, dan memutuskan hubungan silaturrahim dengan kaum kerabat?" (Qs. Muhammad ayat 22)

Majma' Jahani Ahlul Bait sejak hari-hari awal kebangkitan di Bahrain telah melihat kejadian-kejadian yang berlaku di negara tersebut dengan teliti dan berusaha agar perubahan yang menjadi tuntutan rakyat segera dipenuhi pemerintah, sehingga Negara tersebut bisa mencapai kemajuan.

Namun sangat disayangkan, kerajaan Bahrain tidak menghiraukan tuntutan sah rakyatnya. Dengan kebiadaban yang sangat tidak masuk akal, mereka justru menumpahkan darah rakyat yang sedang melakukan aksi damai.

Meskipun tragedi ini terjadi, organisasi-organisasi Islam, media-media Arab, dan kebanyakan ulama umat berskipa pragmatis dan cenderung mendiamkan saja peristiwa demi peristiwa tersebut. Mereka menciptakan hari-hari pahit buat suara hati kebangkitan umat Islam sedunia.

Oleh karena itu, Majma' Jahani Ahlul Bait sebagai sebuah organisasi internasional yang beranggotakan ratusan pemikir dan cendekiawan pengikut Ahlul Bait dari seluruh pelusuk dunia menyatakan:

1. Peristiwa di Bahrain bukanlah perang sektarian yang dipicu oleh perbedaan mazhab; namun ia adalah kebangkitan golongan yang terzalimi untuk mendapatkan keadilan, yang selama bertahun-tahun mendapat penindasan di negerinya sendiri.

2. Rakyat Bahrain di awal kebangkitannya bukanlah ingin menjatuhkan pemerintahan rezim. Mereka hanya ingin dilibatkan dalam pengambilan keputusan mengenai pembangunan, undang-undang negara dan pemerintahan. Namun rezim pemerintah justru secara ganas telah menumpahkan darah rakyat dengan dukungan pemimpin Barat dan Arab baik secara terang-terangan maupun tersembunyi. Mereka meruntuhkan kepercayaan banyak orang dengan mengucurkan dana untuk membiayai tindakan biadab rezim yang haus darah.

3. Campur tangan militer Negara lain dalam urusan dalam negeri Bahrain seperti militer Arab Saudi adalah perbuatan yang sangat tercela dan terkutuk. Angkatan bersenjata negara-negara tetangga itu telah diperlengkapkan sistem pertahanan dengan menggunakan kekayaan kaum muslimin untuk mempertahankan negara-negara Islam dan bangsanya dalam menghadapi musuh asing. Namun dengan arahan musuh Islam, mereka telah menggunakannya untuk menghancurkan bangsa sendiri! Hari demi hari, Musibah besar ini bakal mengobarkan lagi kemarahan umat Islam ke atas pemerintahan zalim.

4. Majma' Jahani Ahlul Bait satu suara dengan penuntut kebebasan di seluruh dunia, meminta keganasan dan kezaliman dihentikan segera, janganlah membuang waktu lagi dan berusahalah memenuhi hak yang sah untuk warga Bahrain.

5. Dengan ini, tanggung jawab paling besar berada di tangan PBB, OKI dan tokoh dunia Islam untuk segera menghentikan tragedi kemanuisaan ini.

Sebagai penutup, kami memohon agar rahmat Allah swt dapat menyelesaikan masalah seluruh syuhada Bahrain. Sembuhkanlah orang yang luka dan cedera. Karuniakanlah kesabaran kepada keluarga mereka. Wujudkanlah keadilan dan kebebasan di dalam negara-negara umat Islam ini.

«اللهم إنا نشکوا إليک فقد نبينا و غيبة ولينا و کثرة عدونا و قلة عددنا و تظاهر الزمان علينا».


Majma' Ahlul Bait Sedunia.

12 Rabi'ul Thani 1432 H